{"id":3650,"date":"2020-03-26T03:41:57","date_gmt":"2020-03-26T03:41:57","guid":{"rendered":"https:\/\/gloriaschool.org\/?p=3650"},"modified":"2020-09-05T10:30:06","modified_gmt":"2020-09-05T03:30:06","slug":"orang-tua-adalah-guru-yang-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/orang-tua-adalah-guru-yang-terbaik\/","title":{"rendered":"\u201cORANG TUA ADALAH GURU YANG TERBAIK\u201d"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_left wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"537\" height=\"361\" src=\"https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/9-2.jpg\" class=\"vc_single_image-img attachment-full\" alt=\"\" title=\"9\" srcset=\"https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/9-2.jpg 537w, https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/9-2-300x202.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 537px) 100vw, 537px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element vc_custom_1598253878665\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h3>\u201cORANG TUA ADALAH GURU YANG TERBAIK\u201d<\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebagai salah satu langkah memutus\u00a0rantai penyebaran virus Covid-19,\u00a0\u00a0Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan\u00a0dalam konferensi pers (Minggu,16 Maret 2020 )\u00a0agar\u00a0seluruh rakyat Indonesia bekerja dari rumah, belajar dari rumah,\u00a0dan\u00a0ibadah di rumah.\u00a0Maka Sekolah Kristen Gloria\u00a0juga\u00a0merespon\u00a0secara positif\u00a0himbauan tersebut dengan mengacu\u00a0pada\u00a0arahan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Setelah Sekolah Kristen Gloria libur Tengah semester, maka\u00a0diumumkan\u00a0bahwa seluruh siswa melanjutkan pembelajaran di rumah, dengan\u00a0sistem belajar secara\u00a0online\u00a0(menggunakan perangkat teknologi\u00a0).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bagi Para Guru,\u00a0kondisi seperti\u00a0ini adalah hal yang berat, karena guru yang\u00a0biasanya\u00a0berkesempatan menjalin relasi dan kebersamaan dalam mengembangkan sikap, moral,\u00a0dan\u00a0spiritual secara langsung di sekolah\u00a0akhirnya\u00a0terbatas hanya dengan media online. Walaupun kami sadar bahwa sebenarnya orang tua-lah guru yang terbaik buat anak anak ketika mereka belajar di rumah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang percaya, kiranya kenyataan bahwa anak-anak harus belajar di rumah sekarang ini\u00a0tetap\u00a0membuat kita yakin bahwa segala sesuatu\u00a0terjadi bukanlah kebetulan dan pasti dalam kontrol ALLAH. Segala sesuatu akan mendatangkan kebaikan buat kita,\u00a0anak-anak\u00a0-Nya yang percaya bahwa Bapa di Surga adalah BAPA YANG BAIK.\u00a0Mari\u00a0kita bersama-sama,\u00a0baik guru dan orang tua\u00a0mengambil hikmah (hal-hal positif) dari peristiwa ini. Sikap ini sama seperti ilustrasi tentang\u00a0\u00a0dua orang kehausan yang masing-masing memegang\u00a0setengah\u00a0\u00a0gelas air minum di tangannya. Orang pertama berkata, \u201cAduh, kok airnya cuma setengah gelas sih?\u201d Sedangkan orang kedua nampak tenang\u00a0\u00a0dan berkata, \u201cUntung masih ada setengah gelas nih.&#8221;\u00a0\u00a0Kita belajar dari\u00a0respon orang kedua, yang memilih untuk bersikap positif di tengah kondisi yang tidak terlalu ideal (kondusif),\u00a0karena kita sedang\u00a0menghadapi\u00a0pandemi virus\u00a0covid-19 ini.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Bapak\/Ibu yang harus mendampingi dan membimbing anak anak untuk belajar di rumah, kiranya terus bersikap positif dengan\u00a0menerapkan pola\/prinsip\u201cHome Learning&#8221;,\u00a0yang\u00a0ada\u00a0pada\u00a0keluarga-keluarga Yahudi seperti\u00a0dalam Firman Tuhan\u00a0: \u201cApa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.\u201d(Ulangan 6:6-7). Tuhan ALLAH memerintahkan setiap orangtua Yahudi agar ketika mereka \u201cStay at Home\u201d (Home\u00a0Learning) dapat menggunakannya sebagai \u201ckesempatan untuk mengedukasi\u201d anak-anak dengan baik. Mari kita gunakan kesempatan untuk melakukan :<\/p>\n<ol>\n<li>Edukasi melalui pekerjaan. Anak-anak Yahudi selalu belajar dari pekerjaan sehari-hari yang ada dalam keluarga mereka dan belajar terlibat dengan pekerjaan-pekerjaan orangtuanya juga sesuai dengan kapasitas mereka.\u00a0Anak anak bisa belajar kehidupan langsung dari kehidupan orang tua di rumah.<\/li>\n<li>Edukasi melalui tradisi lisan.\u00a0Keluaran 20:1 : \u201cAkulah Tuhan Allahmu yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.&#8221;\u00a0Keluarga Yahudi bertanggung jawab untuk mengingatkan ulang tentang peristiwa yang penting, baik itu berupa bentuk-bentuk kebenaran\/penyertaan ALLAHdalam perjalanan hidup mereka maupun berupa nilai-nilai, tata krama dan etika yang harus mereka junjung tinggi sebagai keluarga dan sebagai anggota masyarakat.\u00a0Anak anak akan mendapat didikan langsung dari orang tua, apa yang benar dan apa yang baik bagi perkembangan fisik, intelektual, social, emosional maupun kerohanian dimana orang tua langsung mengajarkannya .<\/li>\n<li>Edukasi melalui ibadah.\u00a0Pada hari Sabat tiap ibu menyalakan pelita khusus, memasang taplak meja yang bersih dan meletakkan dua potong roti sebagai lambang manna di padang gurun. Para ayah menuangkan air anggur dan mengucapkan doa Khidusin, yaitu doa pengudusan hari Sabat. Upacara lainnya, Paskah, Pondok Daun, Pentakosta dan banyak lagi. Semua kesempatan ini dipergunakan orangtua untuk mendidik anak-anak menghormati ALLAH dengan melatih sikap serius di setiap ibadah yang diadakan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ketiga prinsip\/ pola itu dilakukan oleh orangtua dalam ketaatan pada perintah Allah, yaitu menjaga kelangsungan hidup ini dengan baik. Maka senada dengan perintah Allah itu,\u00a0kiranya\u00a0\u00a0Bapak\/Ibu\u00a0selaku Orang\u00a0tua murid\u00a0dapat\u00a0menikmati\u00a0\u201cHome\u00a0Learning\u201d bersama anak-anak. Mungkin selama ini\u00a0Bapak\/Ibu\u00a0tidak memiliki banyak\u00a0waktu\u00a0untuk mendampingi anak-anak karena tanggung jawab pekerjaan yang memang juga sangat penting.\u00a0Maka,\u00a0jadikanlah\u00a0momen\u00a0\u201cHome\u00a0Learning\u201d ini sebagai\u00a0kesempatan untuk\u00a0menjalin relasi\/kebersamaan serta untuk\u00a0mengedukasi anak-anak yang kita kasihi,\u00a0karena\u00a0selaku orang tua\u00a0justru Bapak \/Ibu-lah\u00a0Guru yang terbaik.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sambil tetap terus berdoa dengan tekun agar Covid-19 ini\u00a0cepat berlalu sehingga\u00a0anak-anak bisa segera kembali ke sekolah.<\/p>\n<p><strong>Oleh : Ibu Ribka Feriyana<\/strong><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Thousands of teenagers across the US will have school lessons in mindfulness in an experiment designed to see<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3660,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[158],"tags":[],"class_list":["post-3650","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-kegiatan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3650","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3650"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3650\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4348,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3650\/revisions\/4348"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}