{"id":3651,"date":"2020-04-08T03:40:46","date_gmt":"2020-04-08T03:40:46","guid":{"rendered":"https:\/\/gloriaschool.org\/?p=3651"},"modified":"2020-09-05T10:28:17","modified_gmt":"2020-09-05T03:28:17","slug":"ketika-semua-ini-selesai-apakah-hanya-situasi-saja-yang-akan-berubah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/ketika-semua-ini-selesai-apakah-hanya-situasi-saja-yang-akan-berubah\/","title":{"rendered":"Ketika Semua Ini Selesai, Apakah Hanya Situasi Saja Yang Akan Berubah?"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_left wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"539\" height=\"362\" src=\"https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/8-2.jpg\" class=\"vc_single_image-img attachment-full\" alt=\"\" title=\"8\" srcset=\"https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/8-2.jpg 539w, https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/8-2-300x201.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 539px) 100vw, 539px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element vc_custom_1598253747616\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h3>Ketika Semua Ini Selesai, Apakah Hanya Situasi Saja Yang Akan Berubah?<\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Perayaan Jumat Agung dan Paskah pada tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Walaupun demikian, Kabar Baik tentang Tuhan Yesus tidaklah pernah berubah. Oleh karena itu saya ingin mengajak kita semua untuk sejenak merenungkan kembali peristiwa Salib Tuhan Yesus, terutama yang dicatat dalam Lukas 23:39-43. Salah satu percakapan salib yang melibatkan Tuhan Yesus dengan dua penjahat di samping salib-Nya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cBukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!\u201d Demikian hujat salah satu penjahat yang disalib bersama Tuhan Yesus. Sebagai orang percaya, kita tidak mungkin berani menghujat Tuhan Yesus, tetapi apa yang menjadi teriakan penjahat tersebut bisa jadi menjadi teriakan hati kecil kita saat ini. \u201cBukankah Engkau bangkit dan berkuasa atas maut, selamatkan kami saat ini, Tuhan. Nyatakan kuasa-Mu!\u201d Itu bukan seruan yang salah, karena bagaimana mungkin kita tidak akan berseru kepada-Nya di dalam situasi yang sulit seperti saat ini? Bukankah itu seruan iman kita kepada Tuhan sebagai satu-satunya yang kita andalkan dan percaya? Tetapi tidak berhenti di sana, saya juga ingin mengajak kita melihat kepada penjahat yang lain di samping salib Tuhan Yesus.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cKita pantas menanggung hukuman ini, tetapi Dia tidak bersalah,\u201d tegurnya. Berbeda dengan penjahat sebelumnya, ketika dia melihat Tuhan Yesus yang disalib, dia menyadari siapa dirinya dan Siapa Pribadi yang disalib di sampingnya tersebut. Penjahat ini menyadari betapa \u201cparah\u201d hidupnya, lebih dari kejahatan yang membawanya kepada hukuman salib. Oleh karena itu dia menyadari bahwa kebutuhannya saat itu bukan untuk diselamatkan dari penderitaan dan kematian karena hukuman salibnya. Di dalam kesadaran akan ketidaklayakannya, dia tidak meminta banyak kepada Tuhan Yesus, dia hanya meminta untuk diingat oleh Tuhan Yesus. \u201cJangan lupakan aku, Yesus, kalau Engkau datang sebagai Raja.\u201d Jawaban Tuhan Yesus mengejutkan, karena Dia berkata, \u201cAku bukan hanya akan mengingatmu, tetapi hari ini juga engkau akan bersama dengan Aku di Firdaus, engkau akan menjadi milik-Ku.\u201d Penjahat itu tetap menjalani hukuman salibnya sampai kematian menjemputnya, tetapi hidupnya telah berubah ketika bertemu dan menerima Tuhan Yesus di atas salib saat itu. Betapa besar anugerah-Nya!<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa kaitannya dengan kita yang masih berkesempatan untuk hidup saat ini? Ketika kita mengingat kembali Salib Kristus, maka kita tahu apa yang terjadi dengan hidup kita yang sudah percaya kepada-Nya. Kita bukan hanya diingat oleh-Nya, tetapi menjadi milik-Nya karena kita telah ditebus dari dosa. Kita mendapatkan hidup yang berarti, yang berbeda dengan hidup kita yang lama di luar Dia. Maka di saat sulit seperti ini, memang kita bisa berseru, \u201cTuhan Yesus tolonglah kami!\u201d Sambil mengingat bahwa Salib Kristus menunjukkan kepada kita bahwa Dia mengingat kita dan tidak membiarkan kita yang berada dalam lumpur dosa, maka masakan kemudian Dia membiarkan kita saat ini? Tetapi di sisi lain, Salib Kristus juga mengingatkan bahwa hidup kita yang telah percaya kepada-Nya ini adalah milik Tuhan Yesus, sehingga ada pengharapan di dalam Dia yang sudah bangkit dan mengalahkan maut itu. Oleh karena itu kita juga bisa berseru saat ini, \u201cTuhan Yesus, hidupku ini milik-Mu, bagaimana aku mesti hidup di saat seperti ini dan tolonglah aku!\u201d Mungkin Tuhan Yesus ingin kita makin mendekat kepada-Nya, lebih dari sebelumnya, di dalam kekudusan, Firman, dan doa. Mungkin Tuhan Yesus ingin kita lebih mengasihi anggota keluarga kita. Mungkin Tuhan Yesus ingin memakai hidup kita untuk menyatakan kasih-Nya kepada orang lain. Sehingga ketika semua ini selesai, bukan hanya situasi saja yang berubah, tetapi hidup kita juga makin berubah di dalam Dia.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Tuhan Yesus memberkati dan menolong kita semua. Amin.<\/p>\n<p>Oleh : Pdt. Alfred Jobeanto<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Thousands of teenagers across the US will have school lessons in mindfulness in an experiment designed to see<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3658,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[158],"tags":[],"class_list":["post-3651","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-kegiatan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3651","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3651"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3651\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4346,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3651\/revisions\/4346"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}