{"id":3826,"date":"2019-01-25T02:25:51","date_gmt":"2019-01-25T02:25:51","guid":{"rendered":"https:\/\/gloriaschool.org\/?p=3826"},"modified":"2020-09-07T13:28:01","modified_gmt":"2020-09-07T06:28:01","slug":"tanamankan-jiwa-peduli-lingkungan-sejak-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/tanamankan-jiwa-peduli-lingkungan-sejak-dini\/","title":{"rendered":"Tanamkan Jiwa Peduli Lingkungan Sejak Dini"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_left wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"537\" height=\"361\" src=\"https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/74.jpg\" class=\"vc_single_image-img attachment-full\" alt=\"\" title=\"74\" srcset=\"https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/74.jpg 537w, https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/74-300x202.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 537px) 100vw, 537px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h3>Tanamankan Jiwa Peduli Lingkungan Sejak Dini<\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Memiliki sikap peduli terhadap lingkungan dalam diri seseorang tidaklah timbul begitu saja. Mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini akan membentuk setiap pribadi memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu kepedulian lingkungan yang dapat diajarkan kepada siswa adalah mengelola sampah. Salah satu cara pengelolaan sampah\u00a0\u00a0yang diajarkan kepada siswa kelas V SD Kristen Gloria 3 melalui field trip ke\u00a0PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Seloliman , Mojokerto. Pengelolahan sampah yang diajarkan pada field trip kali ini mengajak siswa untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik. Siswa diperkenalkan mengenai seluk beluk pertanian organik mulai dari pupuk hijau\u00a0\u00a0atau yang disebut pupuk kompos, molekul lokal, hingga cara membasmi serangga menggunakan biopeptisida.\u00a0\u201cSiswa mendapatkan pengetahuan baru mengenai penggunaan pupuk kompos. Menggunakan pupuk kompos dapat meningkatkan produksi tanaman dan buah yang dihasilkan lebih maksimal. Penggunaan pupuk konvensional justru dapat mencemari lingkungan. Kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa sampah yang terbuang bisa bermanfaat, hal ini perlu sedini mungkin disosialisasikan kepada anak-anak,\u201d ungkap\u00a0Ibu Dinda Ayu Kumalasari selaku guru pendamping.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Siswa tidak hanya diajarkan mengenai teori saja siswa berkesempatan membuat sendiri pupuk organik dari buah dan sayuran yang sudah membusuk. \u201cAwalnya siswa merasa takut menyentuh buah dan sayur yang sudah membusuk. Setelah mereka mempraktikkan sendiri cara memotong buah dan sayuran siswa tidak lagi merasa takut, siswa menikmati proses pembuatan pupuk organik. Siswa bergantian dan berbagi tugas ada yang memotong dan menumbuk. Harapnya dengan cara yang mudah mereka dapat mempraktikkannya di rumah,\u201d ucap Ibu Dinda.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Melalui field trip ini mengajarkan kepada siswa agar dapat memanfaatkan hal-hal sederhana yang dapat ditemui dilingkungan sekitar. Sisa makanan, buah yang sudah membusuk dapat diolah menjadi pupuk organik. Melalui pengetahuan ini siswa ikut berkontribusi dalam melestarikan alam dengan cara memanfaatkan sampah yang dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cSiswa merupakan mahkluk ciptaan Tuhan yang dipercayakan mengelola alam.\u00a0\u00a0Ketika siswa nantinya hidup di tengah-tengah masyarakat dan berkarya mereka sadar bahwa mereka memilki tanggung jawab untuk menjaga alam dengan baik,\u201d tutup Ibu Dian.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Thousands of teenagers across the US will have school lessons in mindfulness in an experiment designed to see<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3845,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[127],"tags":[],"class_list":["post-3826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pakuwon-city-sd-gloria-3-berita-kegiatan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3826"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3826\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4398,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3826\/revisions\/4398"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}