{"id":4844,"date":"2021-01-28T14:28:45","date_gmt":"2021-01-28T07:28:45","guid":{"rendered":"https:\/\/gloriaschool.org\/?p=4844"},"modified":"2021-01-28T14:30:17","modified_gmt":"2021-01-28T07:30:17","slug":"tips-alami-menjaga-imunitas-tubuh-di-masa-pandemi-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/tips-alami-menjaga-imunitas-tubuh-di-masa-pandemi-covid-19\/","title":{"rendered":"Tips Alami Menjaga Imunitas Tubuh di Masa Pandemi Covid-19"},"content":{"rendered":"<p><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4845\" src=\"https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/web-04-1024x542.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"423\" srcset=\"https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/web-04-1024x542.jpg 1024w, https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/web-04-300x159.jpg 300w, https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/web-04-768x406.jpg 768w, https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/web-04-1536x813.jpg 1536w, https:\/\/gloriaschool.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/web-04-2048x1084.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/strong><\/p>\n<p><strong>Sistem imun<\/strong>\u00a0adalah\u00a0<strong>sistem daya tahan tubuh<\/strong>\u00a0terhadap serangan substansi asing yang terpapar ke tubuh kita.\u00a0<strong>Substansi asing<\/strong>\u00a0tersebut bisa berasal dari luar maupun dalam tubuh sendiri. Contoh subtansi asing yang berasal dari luar tubuh (eksogen) misalnya bakteri, virus, parasit, jamur, debu, dan serbuk sari. Sedangkan substansi asing dari dalam tubuh dapat berupa sel-sel mati atau sel-sel yang berubah bentuk dan fungsinya. Substansi-substansi asing tersebut disebut\u00a0<strong>imunogen<\/strong>\u00a0atau<strong>\u00a0antigen.<\/strong><\/p>\n<p>Apabila imunogen terpapar ke tubuh kita, maka tubuh kita akan meresponnya dengan membentuk\u00a0<strong>respon imun<\/strong>\u00a0dari sistem imun. Sistem imun secara harfiah merupakan sistem pertahanan diri yang menguntungkan, tetapi dalam kondisi tertentu dapat menimbulkan keadaan yang merugikan.<\/p>\n<p>Selain itu ada hal-hal yang dapat melemahkan sistem imun atau daya tahan tubuh seseorang, antara lain: penuaan, kurang gizi, penyakit, bahkan obat-obatan tertentu. Berikut ada beberapa cara alami yang bisa kita lakukan untuk menjaga sistem daya tahan tubuh :<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Istirahat yang cukup<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Tidur yang cukup dapat membuat tubuh lebih kuat melawan paparan virus Corona. Orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7\u20138 jam setiap harinya, sedangkan anak-anak memerlukan waktu tidur 10 jam atau lebih. Perlu diingat, bahwa <em>tanpa<\/em> tidur cukup dalam sehari, tubuh tidak akan bisa memproduksi sitokin ( protein peradangan)\u00a0 sehingga respon imun tubuh yang lain pun (antibodi spesifik virus dan Sel T yg bertugas menyerang dan menghancurkan sel pembawa virus) tak terbentuk.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Rutin berolahraga<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan berolahraga sel darah putih bisa bersirkulasi lebih cepat, sehingga bisa lebih awal\u00a0 mendeteksi infeksi. Selain itu, olahraga juga bisa membantu mengeluarkan bakteri\/ virus dari paru-paru dan saluran pernapasan. Bagaimana dengan intensitasnya ? Menurut anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam\u00a0Physical Activity and Adults, orang dewasa (18\u201364) harus melakukan setidaknya <em>150<\/em> menit aktivitas fisik aerobik <em>intensitas sedang<\/em> dalam satu minggu atau\u00a0 <em>75<\/em> menit aktivitas fisik aerobik <em>intensitas tinggi<\/em> dalam satu minggu.\u00a0Namun, perlu di ingat, olahraga yang dilakukan secara teratur memiliki efek yang lebih baik terhadap sistem imun dibandingkan olahraga yang hanya sesekali. Jadi, sempatkanlah untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Makan makanan bergizi seimbang <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Konsumsi makanan yang kaya <a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/beberapa-makanan-tinggi-antioksidan-dan-jenisnya\">antioksidan<\/a> seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman herbal dapat membantu tubuh melawan radikal bebas. Jika di dalam tubuh kita banyak terdapat radikal bebas, kerja sistem imun bisa terganggu dan kita jadi lebih mudah terkena infeksi. Selain itu, untuk menjaga imunitas tubuh, diperlukan juga asupan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/ganti-makanan-4-sehat-5-sempurna-dengan-pedoman-gizi-seimbang\">protein yang cukup<\/a>. Perbanyak konsumsi\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/ini-alasan-daging-tanpa-lemak-sebaiknya-jadi-pilihan\">daging tanpa lemak<\/a>, <em>kacang-kacangan, serta biji-bijian<\/em> agar daya tahan tubuh kuat.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Hindari atau jangan merokok <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Kandungan Nikotin dalam rokok biasa maupun elektronik, baik pada perokok pasif maupun aktif,\u00a0 bisa meningkatkan kadar kortisol (hormon stres) yang menghambat pembentukan antibodi sel B dan respons antigen sel T (kelompok sel dalam sistem imun tubuh).<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong>Batasi Konsumsi Alkohol <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Banyak orang mengatakan, jika banyak mengkonsumsi alkohol dalam tubuh dapat mematikan virus Covid-19. Akan tetapi, pada kenyataannya justru sebaliknya. Sebenarnya alkohol dengan kadar lebih dari 60 persen bisa membunuh virus, tetapi pada kadar tersebut dapat merusak sel tubuh kita sendiri. Jadi, penggunaannya hanya sebagai disinfektan\u00a0 pada permukaan benda mati saja.<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong>Kelola stres dengan baik<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/stres\">Stres\u00a0<\/a>yang berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol. Kadar hormon kortisol yang tinggi dapat mengganggu kerja sistem imun dalam melawan infeksi. Stres bisa\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/ternyata-tidak-sulit-mengatasi-stres\">dikendalikan\u00a0<\/a>dengan hal yang sederhana. Misalnya dengan tidur cukup setiap harinya, melakukan hal-hal yang menyenangkan supaya tubuh dan pikiran kita rileks. Seperti mengerjakan hobi atau melakukan meditasi dan olahraga.<\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li><strong>Mengonsumsi suplemen penunjang daya tahan tubuh<\/strong>\n<ol>\n<li><strong>Vitamin C <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Memperbaiki beberapa komponen dari parameter imunitas manusia, seperti aktivitas antimikroba dan sel NK, serta perbanyakan sel limfosit<strong>.<\/strong>\u00a0Vitamin C membantu sel-sel imun untuk berpindah menuju tempat infeksi untuk membunuh mikroba. Pada saat yang sama vitamin C juga menjaga jaringan inang dari kerusakan yang berlebihan.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Vitamin D<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Berperan dalam mengatur perbanyakan sel T, mengontrol proses dan fungsi sel limfosit. Pada kasus kekurangan vitamin D, kadar sitokin pro peradangan meningkat sehingga mengurangi efektivitas respon imun terhadap infeksi secara signifikan. Kita bisa mendapatkan Vitamin D secara alami melalui paparan sinar mata hari pada jam 08.00-09.00 dengan intensitas waktu cukup 10-15 menit saja setiap kali Anda melakukan kegiatan tersebut.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Vitamin E <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Bersifat sebagai antioksidan yang mampu menetralkan molekul yang tidak stabil yang dapat merusak sel. Vitamin E dapat melindungi vitamin A dan beberapa lipid dari kerusakan.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Zinc<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Membantu banyak enzim, protein, dalam membentuk sel baru. Zinc juga melepaskan vitamin A dari penyimpanan di hati. Bila diminum dengan antioksidan, zinc dapat menghambat progresi degenerasi karena penuaan.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Selenium <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Bersifat sebagai antioksidan yang mampu menteralkan molekul yang tidak stabil yang dapat merusak sel. Sebagai selenoprotein, selenium dibutuhkan untuk membantu fungsi neutrofil, makrofag, sel NK, sel limfosit T. Kekurangan selenium menyebabkan meningkatnya peradangan yang mungkin disebabkan oleh kenaikan stres oksidatif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Oleh dr. Fenny Tandjung<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem imun\u00a0adalah\u00a0sistem daya tahan tubuh\u00a0terhadap serangan substansi asing yang terpapar ke tubuh kita.\u00a0Substansi asing\u00a0tersebut bisa berasal dari luar maupun dalam tubuh sendiri. Contoh subtansi asing yang berasal dari luar tubuh (eksogen) misalnya bakteri, virus, parasit, jamur, debu, dan serbuk sari. Sedangkan substansi asing dari dalam tubuh dapat berupa sel-sel mati atau sel-sel yang berubah bentuk [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":4845,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[93],"tags":[],"class_list":["post-4844","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-umum"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4844"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4848,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4844\/revisions\/4848"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gloriaschool.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}